-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Diduga Mencemari Sungai, Dansektor 19 Pimpin Sidak Lima Perusahaan

Jumat, 14 Agustus 2020 | 19.55 WIB Last Updated 2020-08-14T12:55:58Z
Karawang - koranprogresif.co.id - Setelah sebeluknya melakukan sidak di dua perusahaan, kini Satgas Citarum yang dipimpin langsung Dansektor 19 Citarum, Kolonel Chb Widodo kembali lakukan sidak ke lima perusahaan yang berada di Desa Warung Bambu terkait dugaan pembuangan limbah yang mencemari air sungai Citarum, Kamis (13/8/20).

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Satgas Citarum Harum Sektor 19, Kolonel Chb Widodo di dampingi Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo, Kepala DLHK, Wawan Setiawan, Pasiter Dim 0604/Karawang, Kapten Arh Ramin Nurmansyah, Batih Sektor 19, Serma Supriyanto, Bamin Sektor 19, Serka Roni Heryana dan para Anggota Satgas Citarum Sektor 19 lainnya.

"Sidak dilakukan guna memastikan perusahaan – perusahaan mana saja yang sengaja membuang air limbahnya tanpa melalui proses sterilisasi terlebih dahulu," ujar Dansatgas 19 Citarum, Kolonel Chb Widodo kepada wartawan melalui video yang dikirimkan, Kamis (13/8).

Widodo menjelaskan, sasaran kali ini ada lima perusahaan di wilayah Desa Warung Bambu Kecamatan Karawang Timur yang akan di cek pengolahan limbahnya.

"PT. Canvas Indonesia, PT. Fuli Semitex Jaya, PT. Surya Metal Indonesia, Cv. Batik Adi Putro dan CV.Batik Stopo semuanya berdomisili di Desa Warung Bambu," jelas Dansatgas.

Widodo mengatakan, dirinya bersama rombongan langsung sidak ke titik pengolahan air limbah pabrik, dan kemudian mengambil sample air limbahnya untuk di uji portable di lapangan yang nantinya akan dilakukan pengujian kembali di lab DLHK.

“Hari ini kami bersama DLHK Karawang melaksanakan sidak kembali di wilayah Desa Warung Bambu di 5 perusahaan, dari ke 5 perusahan tersebut kami lihat langsung dan diuji lapangan oleh petugas DLHK karawang,” terang mantan Kahubdam III/Slw.

Sementara itu, Kepala Dinas DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan mengatakan, dirinya bersama tim laboratorium sudah membawa alat-alat uji portable atau uji lapangan.

“Kami telah uji kualitas air buangaan di outfalnya menggunakan uji parameter, dan secara umum hasilnya masih diambang batas, selain itu ada yang kurang dan lebih sedikit warna maupun tingkat kekeruhannya, maka sample tersebut akan kita uji lab ulang nantinya, agar lebih jelas,” tandasnya. (Red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update