-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mengenal Helikopter Mi-17-V5 Buatan Rusia yang Jadi Kuda Beban Puspenerbad TNI AD

Selasa, 18 Februari 2020 | 13.22 WIB Last Updated 2020-02-18T06:23:13Z

Technology -- Helikopter MI-17 milik TNI AD yang baru ditemukan jatuh di Papua merupakan subvarian pengembangan generasi kelima atau juga disebut MI-17-V5.
Dirancang oleh biro desain Mil Moscow Helicopter dan diproduksi Kazan Helicopter Rusia, Heli MI-17-V5 merupakan keluaran pabrikan tahun 2008. Mil Mi-17 (juga dikenal sebagai seri Mi-8M di kedinasan Rusia)

Helikopter MI-17-V5 adalah milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) yang sudah mengudara hampir di seluruh Indonesia.
Helikopter Mi-17-V5 dibekali sepasang mesin Turboshaft Isotov TV3-117VMA dengan kekuatan 2.200 shp dan memiliki kemampuan terbang sangat baik hingga ketinggian 6.000 meter di bawah permukaan laut (MDPL).
 
Spesifikasi mesin pada Mi-17-V5 adalah sama dengan helikopter serang Mi-35P, bedanya pada Mi-35P tenaga besar dipakai untuk membawa persenjataan berat maka pada Mi-17 tenaga besar digunakan untuk membawa beban. Karena punya spesifikasi mesin yang serupa, maka untuk perawatan mesin antara Mi-17 dan Mi-35P tidak ada perbedaan.

MI-17-V5 juga sering digunakan untuk mengangkut personil. Helikopter ini bisa mengangkut penumpang hingga 30 orang, dengan daya angkut beban maksimalnya sekitar 2 ton.
Tempat duduk personel menempel pada kedua sisi dalam kabin penumpang (posisi saling berhadapan). Bila difungsikan sebagai heli ambulance, kabin dapat diisi 12 tepat tidur lipat dan satu bangku untuk tenaga medis.

Varian MI-17 masuk dalam kategori helikopter angkut kelas menengah yang pernah menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin.
Untuk kecepatan, MI-17-V5 dengan kondisi bahan bakar 3.700 liter tanpa muatan, bisa mencapai 262 kilometer/jam. Namun, bila bobotnya mencapai batas maksimum, kecepatan jelajah hanya bisa 250 kilometer/jam.

"Selain untuk mengangkut personil, MI-17-V5 juga biasa digunakan untuk melakukan kegiatan SAR,"
Mi-17-V5 dilengkapi tiga pintu sebagai fasilitas akses keluar rmasuk. Masing-masing sebuah pintu terdapat di kanan dan kiri. Selanjutnya di bagian belakang terdapat pintu rampa (ramp door), bukan pintu model cangkang.
Di lingkungan TNI, saat ini hanya Mi-17 yang punya pintu ramp, umumnya ramp door ada di pesawat angkut, seperti C-130 Hercules dan CN-235. Sementara untuk pintu model cangkang (clamshell) kini digunakan oleh heli ringan Bo-105, dan heli angkut sedang tempo doeloe Mi-4 Hound. Sejenak kembali ke masa lalu, di tahun 60-an TNI AU pernah mengoperasikan heli angkut berat Mil Mi-6, dan heli ini juga dibekali ramp door dengan ukuran lebih besar.
Kembali kabin penumpang, terdapat dua dudukan senapan mesin yang tersebar di empat titik (jendela). Sepasang di dekat pintu depan (kanan - kiri), Selain dudukan senjata tadi, pada sisi kanan dan kiri bagian tengah kabin bisa dilihati lubang sambungan pipa. Ini tak lain fasilitas bagi empat tabung bahan bakar cadangan yang bisa bisa dipasang menggantikan posisi tempat duduk pasukan. Setiap tabung punya kapasitas sekitar 975 liter.

Dalam kondisi standar setiap unit Mi-17-V5 sudah dibekali sepasang tangki bahan bakar dikanan dan kiri luar body dengan kapasitas masing-masing 1000 liter. Bila seluruh kemampuan angkut bahan bakar tadi digabungkan maka secara teknis heli dapat melakukan terbang feri selama 6 jam non stop.
Beranjut ke soal pengoperasian, ada karakter khas pada heli-heli Rusia, contohnya untuk menghidupkan kedua mesin, lantaran lubang exhaust mengarah kesamping maka proses pengaktifan mesin harus dilakukan dengan memperhatikan arah angin. Bila angin dari arah kanan maka mesti mengaktifkan mesin sebelah kiri terlebih dahulu. Sifat serupa berlaku ketika heli mulai beranjak ke udara. Terkait efek putaran baling-baling, putarannya yang searah jarum jam membuat ada kecenderungan body miring ke arah kanan, bukan ke kiri seperti heli-heli buatan barat.

Meski merupakan varian ekspor dari Mi-8 dan punya struktur desain yang nyaris serupa. Tapi bila dipandang dari sisi kinerja keduanya memiliki perbedaan, ini terlihat dari tipe mesin, dimensi body, bobot total saat tinggal landas, dan knerja operasional lainnnya. Panjang total Mi-8 dari ujung bilah baling-baling utama (saat berputar) hingga ke ujung ekor mencapai 25,24 meter, sementara Mi-17-V5 mencapai 25,35 meter.

Untuk fasilitas ruang kokpit, beberapa perangkat avionik yang menyertai seperti peralatan radio pemancar penerima yang bekerja pada gelombang frekuensi tinggi (HF) dan frekuensi sangat tinggi (VHF), radio komunikasi internal (interkom), kompas radio, radar pengukur ketinggian (altimeter) yang dibekali GPWS (Global Positioning & Warning Systems), hingga perangkat autopilot, peralatan efek Doppler, dan perangkat sistem identifikasi kawan/lawan tipe SRO-2M, serta perangkat untuk menabur keping logam (chaff) atau bunga api (flare) sebagai pengecoh rudal.

Jumlah awak Mi-17-V5 adalah tiga orang, untuk konstruksi kokpit menggunakan model ganda berdampingan disertai dua unit kontrol terpisah dan tempat navigator. Melidungi keselamatan awak, bagian hidung terbuang dari kaca khusus yang dapat menahan terjangan proyektil kaliber 7,62mm.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update