-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

CCTV INDONESIA DOBRAK PINTU EKSPOR AMERIKA SERIKAT

Selasa, 18 Februari 2020 | 10.28 WIB Last Updated 2020-02-18T03:28:32Z
Jakarta -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan elektronik di dalam negeri yang kian agresif mendobrak pintu ekspor.

Pada tahun 2019, nilai ekspor kelompok produk komputer, barang elektronik, dan optik mencapai USD1,1 miliar atau naik dibanding perolehan tahun 2018 sebesar USD1 miliar. “Kami meyakini, nilai ekspor dari produk elektronik kita akan meningkat di tahun ini,” ujar Janu.

Optimisme tersebut lantaran ceruk pasarnya masih terbuka lebar, termasuk ke negara nontradisional. “Sedangkan, akibat perang dagang, membuat berkurangnya pasokan produk elektronik dari China ke Amerika Serikat,” imbuhnya.

“Beberapa hari lalu, saya turut melepas ekspor produk CCTV Camera buatan pabrik di Tangerang ke Amerika Serikat,” tutur Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian, R. Janu Suryanto, dalam rilis Kemenperin, Senin (17/2/2020).

Perusahaan yang dimaksud, yaitu PT. Adi Pratama Indonesia, yang didirikan sejak tahun 2015. Awal mulanya perusahaan ini melakukan perakitan untuk menciptakan produk telepon seluler dan PC Tablet. Kemudian berkembang memproduksi CCTV Camera serta DVR/NVR/UVR pada tahun 2017.

“Kami melihat potensi penjualan CCTV Camera sangat baik, hingga akhirnya kami mendapatkan pesanan dari pembeli di Amerika Serikat. Ke depannya, kami berharap bisa ekspor juga produk NVR, UVR, dan IPC Camera,” kata Raymond Tedjokusumo selaku Direktur PT. Adi Pratama Indonesia.

Jumlah CCTV Camera produksi PT. Adi Pratama Indonesia yang diekspor perdana ke Amerika Serikat, sebanyak 1.488 set atau 11.904 unit.

“Kami telah melakukan peningkatan kualitas dan standar produksi, agar produk yang kami hasilkan dapat diterima di pasar AS. Selain itu, hal tersebut meningkatkan omzet penjualan dan kinerja pada SDM kami,” paparnya.

Setelah mampu menembus ke pasar Amerika Serikat, PT. Adi Pratama Indonesia berencana mengincar ke beberapa negara tujuan ekspor lainnya, seperti Eropa, Turki, Iran, India, Brasil, dan Rusia.

Raymond menilai, sektor perindustrian di Indonesia berkembang cukup pesat, terutama dengan adanya bantuan dan dukungan dari pemerintah.

Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih terhadap dukungan Kemenperin sebagai pembina sektor industri manufaktur, yang semakin gencar mendorong pelaku industri nasional, termasuk sektor elektronik, agar bisa tumbuh dan berkembang serta punya orientasi ekspor.

“Kami pun sangat berharap agar para eksportir juga dapat diberikan fasilitas kemudahan impor bahan baku dengan baik. Sehingga, rencana dan waktu produksi kami bisa berjalan tepat waktu. Saat ini, kami melakukan impor barang material menggunakan fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor),” tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update