Breaking News

peduli Budaya Nusantara Satgas Pamtas Ikut Resmikan Monumen Dayak kenyah

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Letkol Inf Taufik Ismail S.Sos
berjabatan tangan  dengan para tokoh  adat. minggu (13/10)
KALTIM – Sebagai bentuk kepedulian budaya Nusantara, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 303/SSM menghadiri peresmian Monumen Dayak Kenyah yang merupakan salah Suku Dayak di  Mahakam Ulu.

Hala tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Letkol Inf Taufik Ismail S.Sos dlam keterangan tertulisnya di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (13/10/2019).

Dikatakan Dansatgas, tanggal 11 Oktober 2019 merupakan hari yang bersejarah bagi Suku Dayak Kenyah, karena pada hari inilah diresmikannya Monumen Suku Dayak Kenyak oleh Bupati Mahakam Ulu.

“Suatu kebanggan dan kehormatan bagi kami mendapat undangan untuk menghadiri peresmian Monumen Suku Dayak Kenyah ini, itu artinya keberadaan kami sebagai Satgas TNI di wilayah ini diterima dan merupakan bagian dari warga di sini, “ tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai Satgas TNI yang bertugas mengamankan wilayah perbatsan negara, merupakan suatu kewajiban untuk ikut menjaga kelestrarian budaya setempat dan menghormati kearifan lokal.

“Dengan mengghadiri peremsian monumen  Suku Dayak Kenyah ini, itu berarti kami juga berkewajiban untuk menjaga kearifan lokal serta ikut melestarikan dan menghormati budaya dan adat istiadat yang berlaku di sini, “ imbuhnya.
Dan Satgas Bersama para tokoh Dayak Kenyah 

Suku Kenyah adalah suku Dayak yang termasuk rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Sarawak. Dari wilayah tersebut Suku Kenyah memasuki  Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara melalui sungai Iwan di Sarawak terpecah dua sebagian menuju daerah Apau Kayan yang sebelumnya ditempati suku Kayan dan sebagian yang lainnya menuju daerah Bahau. Pergerakan suku ini menuju ke hilir akhirnya sampai ke daerah Mahakam dan akhirnya sebagian menetap di Kampung Pampang Samarinda Utara, Samarinda. Sebagian lagi bergerak ke hilir menuju Tanjung Palas. Suku Kenyah merupakan 2,4% penduduk Kutai Barat.

Acara peresmian monumen ini dihadiri Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, S.H bersama jajaran FKPD Kabupaten Mahakam Ulu, Dansatgas Pantas Yonif Raider 303/SSM Kostrad Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos, M.I.Pol, beserta para anggota, tokoh adat Suku Dayak Besar Mahakam Ulu, tokoh adat Suku Dayak Kenyah dan masyarakat Batu Majang.

Acara peresmian ini diawali dengan penyambutan Bupati Mahakam Ulu beserta rombongan yang dilanjutkan dengan pembukaan gerbang adat yang dijaga oleh dua orang laki-laki penjaga gerbang. Pembukaan gerbang adat ini dilakukan oleh tertua adat Dayak Kenyah.

Dalam acara inti, dilaksanakan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti monumen oleh Bupati Mahakam Ulu  Bonifasius Belawan Geh, S.H., dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti monumen oleh tertua adat Suku Dayak Kenyah.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan acara pemberian penghargaan tertinggi kepada para tertua adat Amai Hang Lauing, dan Amai Bahalantingai dan perwakilan PT. Sumalindo atas terlaksananya pembangunan Monumen Adat Suku Dayak Kenyah ini. (Dispenad)

Tidak ada komentar