Breaking News

Merti Dusun, Kearifan Lokal Yang Perlu di Lestarikan

MAGELANG,– Pelda Rifai menghadiri acara adat saparan dan merti dusun yang setiap tahun dilaksanakan di Desa Banjarsari Kecamatan Windusari dan merupakan suatu tradisi yang sudah turun temurun di Desa tersebut, Senin (14/10).

Masyarakat Banjarsari selalu menantikan kegiatan tradisi tahunan saparan dan kirab sedekah bumi dimana dalam kegiatan tersebut selalu dimeriahkan dengan berbagai kesenian budaya.

Kirab hasil bumi yang dilepas oleh Suryono Kades Banjarsari tersebut mengelilingi Desa Banjarsari sejauh 3 kilo meter dengan diiringi oleh paguyuban kuda lumping dan berbagai kesenian lainnyan sehingga menambah kemeriahan acara saparan di desa tersebut.

Dalam sambutanya, Kepala Desa Banjarsari mengatakan, merti Dusun sedekah bumi atau saparan di adakan  setiap tahunnya, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberi anugerah sehingga masyarakat Banjarsari hidup dengan rukun, damai, dan aman serta rizki yang melimpah.

Kegiatan merti dusun memberi gambaran bahwa masyarakat Desa Banjarsari masih menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur, kegiatan saparan juga mencerminkan kerukunan yang luar biasa.

"Kegiatan saparan merupakan salah satu budaya, kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dijaga supaya anak cucu kita tidak melupakan adat istidat yang sudah ada, kita sebagai generasi penerus harus menjaga kelestariannya" paparnya

Sementara itu Babinsa Banjarsari Pelda Rifai menyampaikan bahwa kegiatan Merti Dusun atau saparan sangat positif sekali, disamping menjadi wahana sosial kemasyarakatan juga dapat meningkatkan kerukunan warga.

"Dengan kegiatan merti dusun dapat mempertemukan sanak saudara dan handai tolan, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan keimanan karena didalamnya terkandung nilai-nilai keagamaan yang sangat kental" Pungkasnya.(pen0705)

Tidak ada komentar